Rabu, 19 Februari 2014


Sebuah Impian Setelah Lulus SMA
Entah ini adalah Impian atau hanya angan-angan belaka tapi bagiku ini adalah impian yang harus aku kejar semaksimal mungkin .



Aku hanyalah orang bodoh yang tidak bisa apa apa , nilaiku disekolah pun hanya pas-pasan. Aku hanya bisa menyadari sekarang pelajaran disekolah yang aku sukai dan aku kuasai hanyalah Akuntansi dan B. Jepang , Ya betul tebakan kalian , Aku sekarang duduk dikelas XI IPS .



Impian pertamaku setelah lulus SMA dalam artian juga lulus UN tahun 2015 *Amin adalah masuk keperguruan tinggi lewat jalur undangan, test maupun mandiri dengan menyandang Mahasiswa Bidik Misi. Pasti kalian bertanya-tanya perguruan tinggi apa yang ingin aku tuju .



Aku akan membawa kalian flashback terlebih dahulu waktu aku duduk dikelas X beginilah kira-kira.

Aku masuk di kelas X.7 lebih tepatnya, dengan teman-teman yang penuh dengan intelegensi tinggi. Aku pun mendapat nilai yang mungkin sangat buruk disemua mata pelajaran karena aku salah ambil langkah,dulu aku hanya berfikir nilai MIPA ku harus tinggi karena niatku masuk jurusan IPA. Dan kenapa aku ingin mengambil jurusan Ipa ,karena kata orang jurusan Ipa itu kuliahnya bisa kemana aja sedangkan Ips harus dibagian IPS saja. Ternyata pandanganku itu "SALAH".

Karena aku salah berpandangan alhasil nilai IPA maupun IPS ku pun hanya pas-pasan ,dan aku dimasukan ke jurusan Ips. Setelah aku masuk jurusan Ips ini,aku mulai berfikir buat apa masuk Ipa kalau kemampuan kita bukan di IPA.

Waktu ada jalur masuk PTN tahun 2013 aku pun mengikuti perkembangannya lewat Internet padahal waktu itu aku baru mau naik kelas XI ( Sistem disekolahku SKS , jadi waktu smester 2 udah penjurusan) ternyata penuh suka dan duka yang datang dari berbagai orang yang mengikutinya, aku hanya berfikir bagaimana aku nanti ketika mengikuti jalur masuk PTN, apa aku bisa lolos ? Pertanyaan itu masih ada sampai aku menulis Blog ini.

Setelah aku amati aku ingiin sekali masuk jurusan manajemen Universitas Padjajaran tapi pikiran itu entah mengapa sirna menjadi aku ingin masuk Jurusan Manajemen Universitas Indonesia. Karena apa ? Karena FEUI adalah FE terbaik di Indonesia.

Setelah aku memasuki semester 4 ini dan ada materi Akuntansi entah mengapa aku lebih suka Akuntansi dari Ekonomi. Ya walau Ekonomi aku juga suka tapi entah mengapa aku seperti sangat tertarik dengan Akuntansi lebih dari Ekonomi.

Jadi aku pun masih berfikir aku ingin masuk Jurusan Manajemen atau Akuntansi tapi tujuan PTN ku tetap yaitu Universitas Indonesia.

Bagaimana ? Impianku terlalu tinggi kah ? Terlalu tinggikah bagi orang yang peringkatnya turun naik walau nilainya stabil.

Mungkin sebagian orang bahkan teman-temanku berpendapat gak gampang masuk UI. Ya memang aku akui masuk UI itu gak gampang apalagi FEUI, buat orang yang seperti aku mungkin itu perlu penuh perjuangan dan pengorbanan.

Tapi aku mempunyai sebuah prinsip " Aku tidak akan tau hasilnya seperti apa jika aku tak mencobanya"

Jadi walau orang bilang jangan,susah, bahkan ada yang bilang temen ataupun saudaranya mau daftar di UI tapi Gagal. Itu sangat sulit.

Memang sulit,memang susah siapa bilang masuk UI itu gampang apalagi untuk mendapatkan Beasiswa Bidikmisi itu butuh perjuangan. Oh iya satu lagi mengenai kegagalan saudara teman aku masuk UI . Yang gagal itu Saudara dia bukan belum tentu aku yang Gagal.

Dan aku pun berharap ketika pengumuman jalur masuk PTN entah lewat jalur manapun aku ingin menangis bahagia dengan semua usahaku selama ini dan akan membuat orangtuaku bangga dan menangis bahagia bersamaku.


 

Semoga semua yang aku impian yang aku impikan dan yang membaca ceritaku ini Impiannya bisa terwujud *Amiin.
== Sampai ketemu di Postingan Berikutnya ==

Senin, 23 April 2012

CARA MALAIKAT MAUT IZRAIL MENCABUT NYAWA SERTA KEADAANNYA



Di dalam kitab “As-Suluuki” karya Syekh Muqatil bin Sulaiman di sebutkan:

“Sesungguhnya malaikat Maut as. mempunyai ranjang yang terletak dilangit ketujuh. Dan ada yang mengatakan, di langit yang ke empat”. Wallahu a’lam bishshowab.

Allah Ta’ala menciptakan malaikat Maut as. dari nur. Ia mempunyai tujuh puluh ribu kaki, dan bersayap sebanyak empat ribu. seluruh jasadnya dipenuhi dengan beberapa mata dan lisan. Tidak ada satu makhluk pun dari anak turun Adam as. dan termasuk burung-burung, juga setiap yang bernyawa kecuali baginya terdapat di tubuh malaikat Maut as.

Ia memiliki wajah, mata, tangan, dan telinga yang berjumlah sama dengan bilangan seluruh seluruh manusia. Maka ia mencabut nyawa dengan tangan itu, dan ia melihat dengan wajahnya yang bisa dengan tepat pada muka manusia yang akan dicabutnya. Demikianlah cara ia mencabut nyawa setiap makhluk dimana pun ia berada. Dimanapun makhluk itu berada, niscaya tak kan mampu selamat darinya. Jika seseorang telah meninggal dunia, maka akan hilang gambarnya dari jasad malaikat Maut as. itu.

Ada juga yang mengatakan, bahwa malaikat Maut as. memiliki empat wajah. Satu wajah ada di depannya, wajah yang kedua ada di atasnya, yang ketiga ada di atas punggungnya, dan yang ke empat berada di bawah kedua telapak kakinya. Maka ketika ia mencabut ruh para Nabi dan para malaikat, maka ia mencabut dari wajah yang ada dikepalanya. Ketika ia mencabut ruh orang-orang mukmin, ia menggunakan wajah yang ada di hadapannya. Ketika ia mencabut nyawa orang-orang kafir, dari wajah yang ada di punggungnya. Dan ketika ia mencabut nyawa para jin, maka ia menggunakan wajah yang berada di kedua kakinya. Salah satu dari kakinya berada di atas titian neraka Jahanam, dan yang lainnya berada di atas ranjang surga.

Ada sebagian yang mengatakan, karena saking besarnya malaikat Maut as. itu, jika seluruh air lautan dan seluruh air sungai di tuangkan di atas kepalanya, maka air itu tidak akan ada setetes pun yang menetes ke bumi.

Dikatakan, sesungguhnya Allah Ta’ala menjadikan dunia seluruhnya berada di dalam lambung malaikat Maut as. Lambungnya di umpamakan seperti meja yang di letakkan di depan seseorang untuk memakan dari apa yang di hidangkan di hadapannya menurut apa yang ia kehendaki. Seperti itulah malaikat Maut as. menghadapi seluruh makhluk yang ada di seluruh jagad ini. Seperti halnya ketika anak turun Adam as. dalam membolak-balikkan uang logam (dirham).

Dikatakan pula bahwa malaikat Maut as. tidak akan turun kecuali pada saat mencabut ruh para Nabi dan para Rasul. Karena ia mempunyai beberapa khalifah (utusan) untuk mencabut nyawa binatang buas dan beberapa binatang yang lainnya (termasuk manusia).

Ada juga yang menuturkan, sesungguhnya Allah Ta’ala ketika menginginkan untuk merusak (membinasakan) makhluk-Nya dari jenis manusia dan yang lainnya, maka Allah Ta’ala tinggal merusak mata-mata yang berada pada jasad malaikat Maut as. Seluruhnya (sesuai yang Dia kehendaki), hingga tersisa delapan dari makhluk-Nya. Mereka adalah, malaikat Israfil as, malaikat Mika’il as, malaikat Jibril as, malaikat Izra’il as, dan empat yang lainnya adalah ke empat malaikat yang membawa ‘Arsy.

Untuk mengetahui akhir dari ajal seseorang, maka malaikat Maut as. tiba-tiba kejatuhan tulisan mati1. Dan catatan sakit bagi seorang hamba (yang akan sakit). Lalu malaikat Maut as. pun berkata:

“Ya Tuhanku, kapankah aku mencabut nyawa hamba-Mu itu, dan sebab bagaimana aku mencabutnya?”. Maka Allah Ta’ala berfirman:

“Hai malaikat Maut, ini adalah termasuk ilmu rahasia-Ku, yang tidak akan bisa dilihat seorang pun selain-Ku, akan tetapi Aku akan memberi tahukan kepadamu tentang kedatangan waktunya, dan Aku akan memberimu beberapa pertanda yang mana kamu akan melaksanakan perintah-Ku dengan pertanda itu. Sesungguhnya malaikat yang di serahi (untuk mengurusi) beberapa jiwa dan amal perbuatan para manusia akan datang kepadamu seraya berkata: “Telah sempurna rizki dan amal perbuatan si Fulan (nama calon mayit)”.

Dan jika orang itu (termasuk) orang yang bahagia, maka tampak jelas pada namanya yang ditulis dalam buku yang berada di depan malaikat Maut as. dengan tulisan yang terbuat dari nur (cahaya). Dan jika orang itu termasuk orang yang celaka, maka tampak jelas namanya akan tertulis dengan warna hitam. Kemudian belum sempurna bagi malaikat Maut as. untuk mengetahui hal yang seperti itu, sehingga ia kejatuhan daun dari pohon yang ada di bawah Arsy, dimana telah tertulis dalam daun itu nama orang yang akan di cabutnya, dan kapan waktunya orang itu harus di cabut nyawanya.

Telah diriwayatkan sebuah hadis dari Ka’ab Al-Akbar ra:

“Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menciptakan pohon di bawah Arsy, dan di atas pohon itu tumbuh dedaunan yang jumlahnya sama dengan bilangan seluruh makhluk. Dan ketika telah sampai ajal seorang hamba, dan umurnya hanya tersisa 40 hari, maka daun itu akan jatuh di atas tempat dimana malaikat Izra’il as. berada disitu. Maka ia pun akan paham, sesungguhnya ia telah di perintah untuk mencabut nyawa dari orang yang memiliki nama pada daun itu. Setelah jatuhnya daun itu, maka seluruh malaikat mulai saat itu menamakakan (menyebut) orang itu dengan nama “mayit” di alam langit. Orang yang namanya tercatat dalam daun itu disebut mayit oleh para malaikat mulai saat itu, padahal ia masih hidup di atas hamparan permukaan bumi selama empat puluh hari lagi”.

Apakah nama kita saat ini juga telah diganti dengan sebutan “mayit” oleh para malaikat? Jika memang iya, mulai kapan para malaikat menyebutnya? Andai kita mengetahui akan hal itu, niscaya sisa umur kita yang tinggal sesaat lagi itu akan kita gunakan untuk amal yang paling berharga dalam hidup kita. Dapat di pastikan, kita akan beribadah sekuat tenaga. Bahkan kita pun tak kan menyisakan waktu sedikit pun untuk makan dan minum serta tidur. Karena sesungguhnya, setelah kehidupan ini usai, jasad kita hanya tertidur selamanya untuk menantikan datangnya hari kiamat. Untuk apa lagi menumpuk harta dunia, jika ternyata kehidupan kita di bumi ini tidak lebih dari empat puluh hari?

Dalam hal ini ada juga yang mengatakan, sesungguhnya malaikat Mika’il as. akan turun kepada malaikat Maut as. dengan membawa buku dari Allah Ta’ala yang berisi nama, tempat, dan sebab-sebab dari seorang hamba yang diperintahkan untuk dicabut nyawanya.

___________________________

1. Tulisan yang berisi tentang siapa yang harus di cabutnya.

Abu Laits ra. menyebutkan: “Telah turun dua tetes dari bawah ‘Arsy, di atas nama yang mempunyai tetesan itu. Salah satu dari dua tetesan itu berwarna hijau, dan yang lainnya berwarna putih. Ketika yang jatuh di atas nama itu berwarna hijau, maka bisa diketahui bahwa orang yang mempunyai nama itu ternasuk orang yang celaka. Dan ketika tetesan itu berwarna putih, maka orang yang mempunyai nama itu termasuk orang yang beruntung dan akan bahagia”.

Sedangkan untuk mengetahui tempat matinya seorang hamba, maka diriwayatkan, bahwasanya Allah Ta’ala telah maenciptakan malaikat yang di tugasi mengurus setiap bayi yang akan dilahirkan. Malaikat itu dinamakan “malaikat Arham as”. Tatkala Allah Ta’ala menciptakan seorang anak (bayi), maka Allah Ta’ala akan memerintahkan kepada malaikat Arham as. untuk masuk pada sperma atau mani yang berada di dalam rahim seorang ibunya dengan membawa tanah dari bumi dimana kelak sang bayi itu akan mati di bumi atau daerah itu. Dengan begitu, kematian seorang hamba telah ditentukan daerah atau tempatnya sebelum ia dilahirkan. Bahkan sebelum berbentuk janin sekalipun.

Maka, setelah hamba itu dilahirkan, ia akan berputar (berjalan di permukaan bumi) sesuai dengan yang ia kehendaki. Ia akan berada dimanapun yang ia mau dan pada saat yang dia mau. Namun pada saat kematiannya akan tiba, ia akan menuju tempat dimana tanah (yang melekat di nuthfah atau mani yang menjadi asal kejadiannya dulu) di ambilkan dari daerah itu. Dengan sendirinya, dia akan menuju tempat kematiannya atas Kuasa Allah Ta’ala. Sehingga ia akan mati di sana. Dalam hal ini, Allah Ta’ala berfirman:

“..Katakanlah: Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ketempat mereka terbunuh..”. (Qs. Ali Imran: 154).

Dan berdasarkan firman Allah Ta’ala ini, terdapat sebuah cerita: “Sesungguhnya malaikat Maut as. pernah suatu waktu menampakkan dirinya (dalam bentuk seorang lelaki). Pada suatu hari, ia masuk kerumah Nabi Sulaiman as. Dan malaikat Maut as. itu manatap seorang pemuda yang berada disamping Nabi Sulaiman as. hingga pemuda itu menjadi gemetaran karena ketakutannya pada tatapan malaikat Maut as. Ketika malaikat Maut as. pergi, pemuda itu berkata pada Nabi Sulaiman as:

“Wahai nabinya Allah, sesungguhnya aku menghendaki agar engkau memerintahkan kepada angin supaya membawaku pergi ke negeri Cina”. Maka Nabi Sulaiman as. pun menuruti permintaannya dengan memerintahkan kepada angin, dan angin pun membawa pemuda itu ke negeri Cina. Dan malaikat Maut as. kembali kepada Nabi Sulaiman as. Maka Nabi Sulaiman as. menanyakan tentang sebab kenapa malaikat Maut as. menatap pemuda itu dengan tatapan yang sangat. Malaikat Maut as. Menjawab:

“Sesungguhnya aku diperintah oleh Allah Ta’ala untuk mencabut nyawanya pada hari ini di negeri Cina. Tapi aku tadi melihatnya ia masih berada disampingmu. Aku menjadi heran dengan hal yang demikian itu”. Kemudian, Nabi Sulaiman as. menceritakan kepada malaikat Maut as. tentang permintaan pemuda itu yang meminta padanya untuk memerintahkan pada angin agar membawanya terbang ke negeri Cina. Maka malaikat Maut as. Berkata:

“Aku di perintahkan oleh Allah Ta’ala untuk mencabut nyawanya hari ini di negeri Cina”. Dan setelah itu, malaikat Maut as. menyusulnya ke negeri Cina, tempat yang sekaligus saksi tentang pencabutan nyawa seorang pemuda yang tak kan mampu mengelak dari ketepatan dan tempat maut akan memisahkannya dari dunianya. Demikian itu agar menjadi ayat bagi makhluk-makhluk yang akan mati setelahnya.

Di ceritakan dalam hadis yang lain: “Sesungguhnya malaikat Maut as. itu mempunyai beberapa pembantu. Yang mana semuanya akan berdiri dihadapan malaikat Maut as. ketika ia sedang mencabut nyawa.

Apakah kamu tidak mengetahui, sesungguhnya telah di ceritakan. Bahwa dahulu kala, ada seorang lelaki yang dengan lisannya dia selalu berdo’a:

“Allaahummaghfirlii wa limalakissysyamsi”. Ya Allah..semoga Engkau mengampuniku dan mengmpuni malaikat yang menjaga matahari. Dengan do’a itulah, membuat malaikat penjaga matahari memohon izin pada Allah Ta’ala untuk mengunjungi pemuda itu. Ketika malaikat penjaga matahari telah bertemu dan melihatnya, maka malaikat itu barkata kepadanya:

“Sesungguhnya engkaulah yang paling banyak mendo’akanku, maka sekarang apa yang engkau inginkan?”. Lalu, lelaki itu menjawab:

“Keinginanku adalah, agar engkau membawaku ketempatmu, sesungguhnya aku menginginkan agar engkau bertanya mengenai diriku kepada malaikat Maut as. Supaya engkau mengkhabarkan kepadaku tentang dekatnya (kapan tiba) ajalku”. Lalu malaikat penjaga matahari itu segera membawa lelaki itu dan mendudukkannya di dekat matahari. Keudian ia pergi mendatangi malaikat Maut as. dan mengatakan apa yang ingin diketahui sahabatnya itu seraya berkata, dia berkata:

“Sesungguhnya ada seorang lelaki keturunan Adam as. yang berdo’a dengan lisannya, seraya mengucapkan pada setiap sholatnya sebuah do’a: Allahummaghfirlii wa malakissysyamsi. Ia benar-benar telah meminta kepadaku agar bertanya kepadamu (tentang dekatnya ajalnya) supaya ia bisa bersiap-siap”. Kemudian malaikat Maut as. membuka dan melihat bukunya, dan mencari nama lelaki itu serta berkata:

“Jauh sekali, sesungguhnya temanmu itu berada di dalam masalah yang besar, dan ia tidak akan mati, sehingga ia duduk ditempat dudukmu (yaitu) di dekat matahari”. Kemudian malaikat penjaga matahari berkata:

“Sekarang ia telah berada di tempat dudukku, di dekat matahari”. Maka malaikat Maut as. berkata:

“Ia akan mati di hadapan utusanku di tempat itu, dan mereka semua tidak ada yang mengetahui”.

Dan dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad saw. bersabda: “Bahwa ajal seluruh binatang itu terletak di dalam dzikirnya kepada Allah Ta’ala, dan apabila ia meninggalkan dzikir kepada Allah Ta’ala, maka Allah Ta’ala akan mencabut nyawanya. Dan tidak ada bagi malaikat Maut dari pencabutan nyawa itu”.

Telah dikatakan, Sesungguhnya Allah Ta’ala adalah Dzat yang mencabut beberapa nyawa. Hanya saja hal itu di mandatkan pada malaikat Maut as, sebagaimana disandarkannya mati kepada orang yang membunuh, atau mati yang di sebabkan dari sakit.

Hal ini difirmankan oleh Allah Ta’ala dalam ayat:

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matiannya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia menahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai pada waktu yang di tentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir”. (Qs. Az-Zumar: 42).

Pidato Anak Usia 12 Tahun Yang Membungkam Para Pemimpin Dunia Di PBB Tahun 1992.


Cerita ini berbicara mengenai seorang anak dari Kanada bernama Severn Suzuki, seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan EnviromentalChildren’s Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diriuntuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB,dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidatokuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpindunia terkemuka.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil berusia 12 tahun hingga bisamembuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruangsidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuktangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.


Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – EnviromentalChildren OrganizationKami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisadatang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalianorang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga.Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depanbagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umumatau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagisemua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yangtangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekaratyang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilanganhabitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karenaberlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena sayatidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapatahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satupersatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besarbinatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh denganburung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-haltersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil iniketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetapbersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semuapemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memilikisemua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa andasekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungaiasalnya.Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yangtelah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala ditempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahubagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggotaperhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah ayahdan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi – dananda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semuaadalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, airdan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akanmengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semuamenghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuktujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidakragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membelisesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupunbegitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi denganmereka yang memerlukan.Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untukkehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangandan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputerdan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kamimenghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salahsatu anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku kaya,dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan,pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang ” .

Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masihbegitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusiasama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaanyang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu darianak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anakyang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah ataupengemis di India .

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uangyang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinandan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinyadunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untukberbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi denganorang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kitatimbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dantidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkanpada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa andamelakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlahyang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tuaseharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka denganmengatakan, ” Semuanya akan baik-baik saja , ‘kami melakukan yangterbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.”

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepadakami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu,bukan oleh kata-katamu”.

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.***********

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi PBB,membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya denganpidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadirdiruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriahkepada anak berusia 12 tahun itu.

Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:

” Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karenasaya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinyadisekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiridi mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato. Sedangkan sayamaju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten sayakemarin. Saya … tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12tahun “

BTemplates.com

Popular Posts